Human

Yang Ada di Depan Mata adalah Campur Tangan Tuhan!

Buat pilihan yang paling bermanfaat untuk jangka pendek dan jadi batu pijakan ke depan. But, first at all, write your goal you want achieve in the last of this year. All is the choices, that send into your face. You have to choose and take the risk of your choice. Its life, Dear. Dan yang kita butuhkan adalah guts… bravery… Keberanian to make a decision to our live. All is on your hand.

– bentuk support dari seorang kawan yang ia kirim melalui whatsapp.

Belakangan aku merasa sedang diajak bercanda, entah oleh siapa. Ditarik masuk ke sebuah permainan, entah permainan apa. Seolah semua yang kubutuhkan terbaca begitu saja oleh entah siapa dan entah itu apa.

Dihadapkan oleh banyak kesempatan yang memang sedang kubutuhkan dalam waktu yang berbarengan adalah lelucon yang mengharu-biru, yang ketika ingin kutertawakan, rasa-rasanya justru jadi jayus. Kemudian, kupilih untuk mensyukurinya saja.

Akhirnya, demi menjaga kesempatan-kesempatan itu supaya tidak melayang begitu saja, muncullah sebuah ide untuk merancang strategi. Melakukan negoisasi dengan Sang Empu. Begitulah manusia, rakus dan tidak mudah puas, kesempatan yang datang sebisa mungkin harus bisa direngkuh semuanya. Hahaha, aku masih manusia juga sih.

Manusia hanyalah manusia. Sesempurna apa pun strategi yang dirancang, jika Tuhan sudah turun tangan, yang tumbuh bisa jadi runtuh, yang runtuh bisa jadi tumbuh. Rencanaku gagal. Nyesek? Sudah jangan ditanya lagi. Sempat terlintas di pikiran, wah, ngasih hawa seger begini buat bercandaan doang ternyata. Yailahhh, Tuhan. Pahit sih, tapi sudah menjadi bagian dari keputusan yang kuambil, bahwa segala yang terjadi mengandung risiko. Yaaa, mungkin saja memang aku yang terlalu percaya diri, kan?

Beruntungnya, aku bukan tipe manusia yang terlalu mendramatisir keadaan, kadang-kadang saja, sih. Jadi, setelah membaca pesan whatsapp dari seorang kawanku di atas itu, semua membaik. Aku sudah tidak lagi berpikiran macam-macam. Sudah mengikhlaskan kenyataan yang jauh dari ekspektasiku itu.

Hidup barangkali isinya memang permainan saja, yang membuat perasaan bergejolak tidak keruan. Sedih-senang. Duka-bahagia. Bla, bla, bla! Dan, maukah kamu tau? Baru saja aku speechless, setelah paragraf sebelum ini selesai kuketik, aku tinggal nyeduh kopi, balik lagi, entah kenapa kepikiran buat buka e-mail, kemudian takjub!

Hai, Adindanenii, perkenalkan saya bla, bla, bla pendiri bla, bla, bla, dan apabila kamu menerima email ini artinya: Selamat! Kamu lolos menjadi bla, bla, bla 2019.

Hah?
Its life, Dear! All is on your hand! Lewat campur tangan Gusti Allah kupercaya. Rasanya tidak asyik kalo kamu belum mengalami dilematik semacam ini selama hidup! You have to choose and take the risk of your choice. Aku tidak pernah menyangka.

Yuklah, jangan takut buat memilih, ambil keputusanmu, apalagi milih jodoh, sing penting yakin wae! Kabeh ono dalane. 😊

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *