Tradisi Lebaran Keluarga


BPN RAMADAN CHALLENGE / Kamis, Mei 30th, 2019

Lebaran akan selalu menjadi momen spesial. Tiap-tiap keluarga pasti punya tradisi tersendiri buat merayakan Hari Raya Idul Fitri. Pun demikian di keluargaku. Biasanya sebelum hari lebaran tiba, ibu udah jauh-jauh hari pesen ketupat sama lontong di tempat tetangga. Pagi buta ketika hari lebaran tiba, ibu udah menenggelamkan diri di dapur, tentu aja aku turut terlibat di sana. Memasak menu andalan hari lebaran; opor dan sambal goreng.

Selesai menunaikan solat Id di masjid, aku dan keluarga balik ke rumah, sungkem, saling memaafkan, terus ngerasain masakan ibu dikit-dikit. Biasanya setelah itu kami menuju tempat Budhe, di sana udah ada sanak saudara yang kumpul buat ke makam orang tua dari ibu. Tapi sebelum menuju makam, kami melakukan hal yang sama seperti di rumah, sungkem kepada yang paling tua, saling memaafkan sesama saudara di tempat Budhe.

Selesai dari tempat Budhe, biasanya balik lagi ke rumah, di rumah udah banyak saudara dari bapak yang ngumpul. Rumahku memang selalu menjadi tempat buat janjian kalo mau ke makam orang tua dari bapak. Menjadi tempat singgah buat saudara-saudara yang dari luar kota. Ya, karena emang nggak pernah mudik juga.

Seperti yang sebelumnya, dari keluarga bapak sungkem ke yang paling tua. runtut sampai ke saudara-saudara yang paling piyik. Bagi-bagi angpau dah abis itu, momen yang paling ditunggu. Wkwkwkkk.

Selesai dari makam orang tua bapak, melipir-melipir ke makam saudara lainnya, biasanya mampir ke tempat sesepuh, yaa saudara jauh gitulah kalo diintip dari silsilah keluarga. Habis itu balik, menuju makan besar.

Buat makan besar, setiap tahunnya dari keluarga bapak selalu ngadain makan besar, ditunjuk di salah satu rumah saudara, bergiliran tiap tahunnya. Di sanalah momen kebersamaan terasa intim. Biasanya gitu sampe sore baru pada balik ke rumah masing-masing.

Malemnya aku, kakak dan adik keliling silaturahim ke tetangga-tetangga. Nggak semua sih, soalnya banyak juga tetangga yang pada balik kampung. Bapak sama ibu di rumah, karena tuh udah kayak di tuakan di kampung, ada aja tamu yang dateng. Makanya, daripada dicari nggak ada terus, bapak sama ibu stay di rumah.

Begitulah tradisi lebaran di keluargaku. Setelah itu, menghabiskan sisa libur lebaran buat wisata bareng.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *