Sedang Jungkir Balik

Hai, sedang bagaimana perasaanmu? Semoga nggak ada hal besar yang menggelisahkan, ya! Aku? Oh, jangan ditanya, tentu saja menikmati jungkir balik yang ada di depan mata. Mengingat momentum yang pernah kumaksud sebelumnya di sini sudah berjalan belum genap dua minggu ini.

Keluar dari zona nyaman memang butuh nyiapin mental baja, ya! Ternyata nggak mudah buat meyakinkan diri sendiri kalau, ini nggak susah, kok. Kamu pasti mampu melewatinya dengan bergembira. Hahaha, meski kenyataan yang tersaji adalah keributan yang terus mengejar dari pagi mengembun hingga langit memerah gelap.

Ketika ngadepin layar kompi yang bukan deretan kata, melainkan angka. Ketika berkejaran dengan deadline yang bergantung angka-angka, bukan kata-kata, aku gagap, gelagepan. Tapi, hari-hari yang udah kelewat nggak pernah ngajarin buat nyerah gitu aja. Semua ada momennya tersendiri. Katanya sih, gitu. Asal mau tahu dan mau belajar aja.

Sementara itu, masih banyak yang nggak tahu. Beberapa orang masih mengirim pesan dengan pertanyaan, naskah udah sampe mana? Nonton teater, yok? Kok lu nggak kelihatan di patjarmerah? de el el. Itu belum genap sebulan, dan aku nggak mau ngebayangin apa pun kedepannya bakal kayak apa. Seberpengaruh itu, memang. Drama banget, kan? Lebay, kan? Begitulah.

Lalu kuteringat satu pertanyaan, Jadi, resolusi tahun 2020 masih tetep punya buku solo atau udah ganti jadi naik jabatan? Aslik ngakak. Menurut nganaaaaa? Jangan berhenti nulis, apa pun yang sedang kamu hadepin sekarang. Pesan yang sederhana, memang. Tapi ternyata juga, ngejaga komitmen yang udah kita bikin sendiri itu butuh upaya yang ekstra. Gitu?

Udah ah, makin ngelantur nih.
Hmmm, penutupnya ini aja deh.

apa pun masalah Anda, konsepnya sama: selesaikan masalah; lalu berbahagialah.

Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat, hlm. 37

Selamat beristitahat, kamu, yang sedang jungkir balik memperjuangkan apa pun atau siapa pun. Percayalah, suatu ketika hal-hal semacam itu hanya jadi lelucon. Good job, dear!

(masih) di Semarang,
bersiap menjemput ia dalam mimpi—

2 thoughts on “Sedang Jungkir Balik”

  1. Bella agmia berkata:

    Hihihi sebuah seni bersikap bodo amat. Ah sekarang aku juga fokus sama pencapaian dari pada sama bumbu2 kehidupan. Fokus, kelarin, komitmen. Yg bikin recok hati bodo amatin 😂 btw jdi inget bberapa my list resolusi yg tdk terealisasi haha

    1. adindanenii berkata:

      Bodoamatin, pokoknya. Kamu pasti bisa komitmen, kak. Semoga tahun ini bisa terealisasi.
      Mangats loh, kak Bell. hehe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rasa TakutRasa Takut

Beberapa minggu ini gelisah enggan pergi. Mengusik energi positif dari dalam diri. Menjadi pesimis dan nggak percaya diri. Memang ya, meruntuhkan rasa takut terhadap sesuatu yang belum tentu terjadi itu,

CATATAN PENDEK