Sebiru Senja Tenggelam


BPN RAMADAN CHALLENGE / Senin, Juni 3rd, 2019

Sebiru Senja Tenggelam — Yang menjadi doamu, sudah pasti menjadi harapanmu, bukan? Hanya saja kita tidak tau, apakah doa-doa kita adalah sebaik-baik harapan untuk kehidupan kita nantinya, atau justru tidak sama sekali.

Kita seringkali kecewa oleh sebab harapan yang kita tanam dalam hati tidak membuahkan hasil. Doa-doa yang setiap waktu kita lafalkan tidak menunjukkan tanda-tanda menjadi kenyataan. Adakah yang salah dengan diri kita? Banyak kemungkinannya.

Kemungkinan pertama. Berprasangka baik saja, Allah bukan tidak mengabulkan doa dan harapan kita, hanya saja mengulur-ulur waktu agar kita tetap merengek dan meminta kepada-Nya. Ya, Allah senang sekali ketika direpotkan oleh hamba-hamba-Nya.

Kemungkinan kedua. Allah memang tidak mengabulkan doa dan harapan kita, justru Ia mengganti dengan yang lebih baik dari apa yang kita ingin. Bukankah Allah akan memberikan apa yang kita butuhkan daripada apa yang hanya kita ingin? Berprasangka baik saja.

Kemungkinan ketiga. Allah mungkin memang tidak mengabulkan doa dan harapan kita, sebab Ia hanya ingin menguji sejauh mana kesabaran kita, dan selayak apa derajat kita untuk diangkat.

Kemungkinan keempat. Allah mengabulkan doa dan harapan kita sedikit lagi ketika kita benar-benar berdoa dengan serius dan sungguh-sungguh kepada-Nya. Coba tengok ke dalam diri kita, sudah seniat apa kita menginginkan apa yang menjadi harapan kita.

Kemungkinan kelima. Allah menyiapkan kejutan manis yang tidak pernah kamu pikirkan sebelumnya.

Doa dan harapan kita adalah yang seharusnya kita perjuangkan, seharu biru bagaimanapun kita dibuatNya, percaya saja semua yang menjadi kehendak-Nya adalah yang terbaik buat diri kita. Percaya saja, jangan banyak menawar kalau diri kita saja masih belum maksimal dalam beribadah.

Senja tenggelam, biru langit lenyap bersamaan doa-doa kita yang mengangkasa. Semoga Allah senantiasa mengabulkan apa pun yang tengah kita perjuangkan, yang terbaik buat kita. aamiin.


NB: Kalo kamu merasa isi dan judul tidak berkesinambungan, demikian hasil tulisan dari seorang yang mendadak melow yang tidak tau oleh sebab apa. Di dalam hati ini, ada yang menghangat namun menimbulkan gelisah. Aku tidak paham sama sekali~

Hari ke-29 Ramadan 2019.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *