Peluang Buat Nggak Bersyukur

(Mungkin) aku salah satu dari milyaran orang di dunia ini yang kadang suka nyeletuk, “makin kesini, hidup berasa makin rumit aja, yak”. Manusia, wajarlah, ya, sesekali ngeluh. Terlebih kalau lihat postingan daily activity orang lain yang kelihatannya lurus mulus terus gitu, udah deh, bawaannya pingin banding-bandingin muluk. wkwkwkwk, dasar aku! Astaghfirullah.

Padahal ya sadar juga, postingan di medsos itu sebelum dipublish pastilah dipilah yang paling bagus, yang kelihatan paling bahagia, yang oke, yang perfect, dibumbuin caption ala-ala quotes bijak. Dan kita menjadi orang paling-paling di mata para netizen. Sampai kadang aku sendiri lupa, ada banyak hal yang harusnya, –daripada kukomentari enak ya jadi dia, bisa begini. enak ya jadi si Z, gampang kalo mau beli-beli. enak ya jadi si O, penghasilannya udah gede, bisa jalan kemana-mana– lebih baik lihat yang ada pada diri sendiri, yang kita punya, lalu mensyukuri.

Btw, pernah nggak, kamu ngerasa hidupmu udah terlalu muram, suram, nggak bisa diselamatkan gitulah pokoknya, nyalahin diri sendiri, sampai bingung, ini dimananya yang mau disyukuri sih, hidup gini-gini doang perasaan.

Gesss, buru-buru tobat deh. Wkwkwkkk.
Dari sekelumit kemuraman hidup yang sedang berlangsung demikian itu, masih berserakan hal-hal yang patut kita syukuri. Maka itu, kadang sebelum atau sesudah tidur, aku biasain buat terima kasih sama Sang Maha Segala. Simple-simple aja, bikin 5-10 kalimat yang aku rasa, aku perlu bersyukur buat itu. Misal sebelum tidur nih, inget-inget seharian ngapain aja, dapet apa aja, ketemu siapa aja. Syukuri, Ya Allah, terima kasih untuk hari ini, setidaknya aku masih bisa makan, aku masih bisa lihat kedua orangtuaku sehat, aku masih bisa komunikasi dengan temen-temen, atau terima kasih, setidaknya aku masih punya tempat tinggal, setidaknya aku masih bisa melewati hari tanpa kendala yang berarti, setidaknya aku masih punya keberuntungan.

Atau setelah bangun tidur, begitu buka mata, Ya Allah, terima kasih udah bangunin aku lagi, terima kasih udah ngasih waktu tidur yang nyenyak. Soalnya tuh ada, orang tidur tapi nggak tidur. Maksud nggak sih? Atau semisal kamu yang pekerja, Ya Allah, terima kasih hari ini nggak mikir mau ngapain atau mau kemana, karena pasti ngantor. Gitulah. Atau misal yang masih nyari pekerjaan, Ya Allah, terima kasih, ketemu pagi lagi, alhamdulillah punya energi baru buat nyari kerja. Ya kannn daripada sakit, kan. Hoho

Hmm. Kamu bisa bikin kalimat-kalimatmu sendiri, apa pun, seenggaknya bisa bikin kamu jadi manusia yang lebih ‘menerima’. Percayalah, masih banyak hal sepele yang terkadang nggak berarti apa-apa, tapi justru diinginin orang lain, hal yang bikin kita jadi manusia yang lebih beruntung dibandingin orang lain.

Nganu, makin kesini makin nggak nyambung yak? Wkwkwkwk, yaudah gitu dulu aja, sih. Aku cuma sedang mencoba ‘mewaraskan’ perasaan saja. Intinya sih, peluang buat nggak bersyukur itu buanyak, bisa banget malah, tapi, kalau kita mau menerima, pasti jauh lebih buanyak hal yang patut kita syukuri. Kita bisa pilih itu.

Demikian, cukup. Terima kasih, berkenan membaca. Kamu boleh banget drop kalimat-kalimat saktimu di komentar. Barangkali rasa terima kasihmu sama hal-hal sepele bisa nyadarin orang lain buat bersyukur yekannn. Kuy!
Salam.

Semarang,
hawane ngejak mellow.

5 thoughts on “Peluang Buat Nggak Bersyukur”

    1. adindanenii berkata:

      Gimana, Mas? Mo bilang apa? hoho

  1. Hinto berkata:

    Widih keren bat dah, jujur aku juga sering juga disituasi kek gitu…

    1. adindanenii berkata:

      Terus, kamu sikapin gimana, mas?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *