Membuat Planning dan Kamu Tidak Perlu Merealisasikan

Hallo, udah makan siang? Semoga kenyang dan tidak ngantuk, ya! Hehe

Udah hari ke-21 di awal tahun 2020, Januari. Mungkin kamu sedang merencanakan sesuatu untuk hidup yang lebih baik. Atau, merencanakan banyak hal untuk membuat dirimu lebih berbahagia? Sudah sampai mana realisasimu? Kalo hampir selesai, tetep semangat, ya! Kalo udah ya, selamat! Kalo belum terealisasi sama sekali, ya, selamat juga, mungkin kamu manusia yang satu tipe denganku. Bikin planning, pake segala ditulis, disimpen, didoa, dan bla BLA BLA, tapi tidak digimana-gimanakan.

Hmmm, bukan berarti tidak gerak. Gerak, tapi bukan untuk planning yang sudah masuk list buat diwujudkan.

Tidak masalah. Aku sering bikin planning untuk jangka panjang. Mau inilah, kesitulah, melakukan ini itu, bertemu dengan siapa-siapa, bikin apa-apa, BLA bla BLA. Tapiiiiii, selalu saja gagal. Tidak terealisasi. Mengapa? Karena, sungguh sikon yang ada di depan mata itu terkadang lebih menggiurkan dari apa yang seharusnya aku lakukan demi planning yang sudah kubikin untuk menjadi kenyataan.

Yang terjadi kerapkali lebih menyenangkan, lebih tidak terduga, lebih mengejutkan dan bikin aku berpikir, kayaknya nggak apa-apa bikin planning, tapi nggak harus terealisasi. hmmm, bonus aja kalo sampe terealisasi.

Belakangan aku jadi merasa tidak perlu mati-matian untuk mendapatkan sesuatu yang kuingin. Mungkin karena bagi Tuhan, ada yang lebih kubutuhkan daripada yang kuinginkan.

Lebih dari itu, semestinya aku tetep usaha juga, kan? Tidak ada cerita yang ujug-ujug begini dan begitu, tentu saja ada rentetan kejadian untuk sampai di titik sekarang.

Kamu sependapat atau tidak, kalo planning itu tidak harus terealisasi? Komen di sini dungs. Hehe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *