Celoteh Malam Minggu

Jika Seseorang itu Aku, Apakah Kau Juga Merasa Kehilangan?

Lalu, di pelataran kenangan yang panjang, aku menemukanmu berdiri begitu lusuh. Aku tak bisa menebak apa yang kamu pikirkan. Tapi kukira, kamu hanya sedang merayakan duka atas kehilangan yang tiba-tiba, ketika itu.

Ya, kehilangan memang tak pernah mudah, terlebih kehilangan seseorang yang setiap hari ingin kita lihat. Kini, aku mendapati tatapanmu yang kosong. Sebanyak kenangan bertebaran di sana, dadamu mendadak sesak, dan pandanganmu semakin tidak ada isi.

Aku ingin melakukan sesuatu untukmu. Setidaknya, bisa mengurangi kesedihanmu. Tapi, nyatanya aku justru mematung dari jarak yang tak terlihat olehmu. Hmm, lebih tepatnya kamu tak peduli apakah aku ada di sana atau tidak.

Aku jadi penasaran, jika seseorang yang tiba-tiba tak ada itu aku, apakah kamu juga akan merasa kehilangan seperti demikian kesedihanmu? Aku bertanya-tanya, meski sebenarnya sudah sepaket dengan jawaban yang kupunya sendiri.

Tentu saja tidak. Aku siapa? Hanya seorang teman yang mengosongkan pundak untuk kamu isi dengan cerita-cerita sedihmu. Dan, hanya seorang teman yang melapangkan dadanya ketika kamu begitu bahagia bercerita banyak hal tentang seseorang lainnya yang bukan aku.

Ah, mengenaskan sekali aku ini.

Hmm, jika seseorang itu aku, apakah kamu juga akan meratapi kepergianku? Jika iya, aku tak tahu apakah harus bersedih atau sebaliknya. Tapi, kupastikan ketika aku pergi dari kehidupanmu, aku tak akan pernah benar-benar pergi. Meski kerapkali kehadiranku hanya menjadi persinggahanmu ketika lelah dan pasrah karena keadaan yang tak tertebak. Aku akan tetap tinggal dimanapun tubuhmu berada.

Kamu melangkah, meninggalkan kenangan. Kembali, mencari-cari pundak untuk bersandar. Ponselku bergetar, namamu terbaca di layar ponsel yang kedip-kedip.

Di mana?
Di rumah. Kenapa nih?
Aku ke rumah, ya. Mau kubawakan apa?
Bawa aja cerita-ceritamu.
Hahaha, ngerti banget!

Kendaraanmu melaju. Aku harus lebih cepat darimu. Menyiapkan pundak atau dada, aku telah bersiap. Dan selalu siap untuk segalamu.

Hati-hati di jalan.
Aku tahu, kenanganmu bersama seseorang berdiri tegak di setiap tikungan menuju rumahku. 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *