(Ingin) Mudik!

Salah satu hal yang berdekatan dengan bulan ramadan adalah pulang ke kampung halaman atau mudik lebaran. Di Indonesia, mudik menjadi tradisi tahunan setiap kali mendekati hari-hari besar. Momen mudik adalah kesempatan untuk para rantau yang ingin berkumpul dengan saudara atau berkunjung ke orang tua, melepas rindu, atau ingin terus menjaga silaturahim.

Aku mendengar banyak cerita tentang mudik. Dari persiapan sampai suka duka para pemudik. Banyak serunya, tapi terkadang juga tidak sedikit yang mengalami kendala. Masing-masing punya cerita tersendiri.

Lalu, bagaimana jika tidak memiliki kampung halaman? Kadang aku ingin merasakan euforia mudik seperti kebanyakan orang. Lah, tapi mau pulang ke kampung hamalan siapa? Orang tuaku dulu ketemu juga karena tetanggaan. Jarak rumah orang tuaku dulu sama rumah sekarang yang kami tinggali cuma kisaran 600 meter. Wkwkwkwk. Kadang kalau lagi bercandaan sama orang tua, biar kelihatan mudik juga, cari rute paling jauh. Tapi ya tetep aja sebenernya perginya ke situ-situ doang.

Sudah biasa, ketika musim mudik begini, berasa kayak jadi security di kampung sendiri. Sepi banget kalau tetangga sudah pada pulang ke kampung halaman mereka yang notabene memang pada luar kota.

Tidak apa-apa. Justru momen berbedanya di sini. Aku sekeluarga memang tidak punya kampung halaman, tidak pernah merasakan serunya mudik dengan segala keriweuhan yang ada. Tapi, rumahku selalu menjadi tempat pulang saudara-saudaraku dari jauh. Dari yang luar jawa sampai dari yang cuma beda kelurahan doang.

Kami berkumpul, bercengkrama. Pasti banyak cerita-cerita yang terlewat oleh kita sebab memang pertemuan dengan saudara-saudara yang tidak intens. Kalau sudah begitu, keinginan buat mudik lenyap begitu saja. Karena memang rumah orangtuaku-lah yang menjadi tempat pulang kampung saudara-saudara jauh.

Tapi demikian, tetep saja aku ingin merasakan mudik. Bisa saja jika kelak barangkali jodohku dari luar kota atau luar pulau. Aamiin-i saja dengan yang sekarang ini. Semoga berjodoh, biar bisa merasakan pulang kampung! Aceh, Gesss! hehe, minta doanya yak para pembaca, semoga lekas dipinang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *