Hari Lahir

Seekor lilin menyala di matamu yang basah. Sekuat tenaga tetap hidup meski seringkali diterpa badai sepanjang ia berdetak. Aku tidak tahu bagaimana kehidupan memperlakukanmu, pun sebaliknya. Kukira tidak ada yang lebih mesra dari makianmu terhadap waktu yang kian bergerak mendekati kematian yang kamu rindukan itu.

Duniamu selalu menjadi milikmu sendiri, tidak ada seorang pun yang boleh masuk dan ikut campur. Padahal, aku sudah terlanjur menyerahkan hatiku untuk kamu. Duniaku hanya ada kamu. Kamu yang absurd dan banyak membatasi diri. Aku terlanjur terseret jauh di kehidupanmu yang begitu sulit untuk kumengerti.

“Sampai hari ini, apakah cita-citamu sudah berubah?” Pertanyaan random yang selalu kutanyakan di hari lahirmu.

“Tentu saja, tidak. Kalau pun di hari lahirku ini Tuhan belum juga mengabulkan cita-citaku, aku akan tetap bahagia,” jawabmu dengan senyum terpaksa.

“Hei! Kamu mungkin juga tahu, bahwa banyak orang di luaran sana meminta kepada Tuhan agar hidupnya lebih panjang. Kenapa kamu justru meminta untuk diambil nyawa saja? Cita-cita yang aneh!”

“Itu sama sekali tidak aneh, Sayang. Mereka itu hanya tidak memiliki cukup bekal saja. Beda denganku yang sudah siap mati. Aku sudah memiliki bekal lebih dari cukup. Tidak ada lagi yang ingin kucari di dunia ini. Omong kosong dan kesengsaraan sudah sangat mengenyangkan untuk kunikmati. Dan juga, rasanya aku sudah terlalu banyak merepotkanmu.”

Aku tidak pernah tahu, kenapa kamu begitu ingin mati di hari lahirmu. Yang aku tahu, kamu memiliki cita-cita dan tidak pernah menjadikannya sebagai doa. “Bagaimana Tuhan mau mengabulkan? Kamu saja tidak sungguh-sungguh.” Aku sedikit ragu dengan pertanyaanku sendiri. Memang bisa tawar-menawar kematian?

Kemudian, kamu memintaku untuk mengambil jarak. Di posisi terbaikmu, untuk pertama kalinya, aku melihatmu begitu khusyu’ dalam berdoa.

Seekor lilin kelelahan, di matamu ia terjatuh. Kehidupan baru telah menyambutnya dengan hangat. Ia begitu menikmati hari-hari baru bersamamu.

Desember, 2019
Selamat hari lahir, Sendal Jepit!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *