Flash Blogging Bersama Kominfo: 4 Tahun Indonesia Kreatif

Salah satu kunci untuk meraih kesuksesan adalah dengan berkreatifitas. Pagi ini, Jumat (9/11) di PO Hotel Semarang, kerjasama antara Dinas Kominfo Provinsi Jawa Tengah, Ditjen Informasi & Komunikasi Publik serta Direktorat Pengelolaan Media mengadakan acara Flash Blogging dengan mengusung tema 4 Tahun Indonesia Kreatif.

Acara ini diwalai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk rasa cinta kita terhadap negeri ini. Dilanjutkan sambutan oleh Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik, Rosarita Niken Widiastuti yang dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Indonesia bisa menjadi negara maju di urutan ke-5 sedunia pada tahun 2020 nanti. Hal tersebut dapat tercapai jika kita bisa menjaga kerukunan dalam cakupan dunia digital di dunia maya, sebab dunia maya sekarang ini menjadi hal yang berpengaruh di dunia nyata. 

Ibu Rosarita Niken Widiastuti

Di dunia cyber sendiri pembangunan internet sudah selesai di sektor barat, 80% di sektor tengah dan 50% di sektor timur. Ibu Rosarita juga menyampaikan etika dalam dunia cyber yaitu dengan rumusan READY (Respontibility, Emphaty, Authentic, Integritas).

4 Tahun Indonesia Kreatif
Selesai sambutan oleh Ibu Rosarita, acara dilanjutkan dengan sesi berikutnya yang diisi oleh Bapak Andoko Darta, Staff Tim Komunikasi Presiden. Beliau berkisah tentang 4 tahun bergabung di pemerintahan yang menemukan banyak case, salah satunya seperti perkembangan perekonomian di Indonesia

Dalam hal ini Indonesia sedang gencar-gencarnya dalam pengembangan ekonomi kreatif (ekraf) yang juga berkontribusi pada ekspor nasional dan penyerapan tenaga kerja. Kedua indikator tersebut terus meningkat dari tahun ke tahun. Data terakhir di tahun 2017 sendiri meningkat mencapai 17,43% dari 15,46 % di tahun 2014. Tidak hanya itu, peningkatan juga terjadi pada jumlah beasiswa, dan perkembangan destinasi pariwisata.

Selain terjadi peningkatan, juga terjadi penurunan di angka kemiskinan. Hal ini menjadi pertama dalam sejarah republik angka kemiskinan menurun hingga mencapai level satu digit. Hingga pada Maret 2018 tingkat kemiskinan tercatat sebesar 9,82% dari 10,96% di tahun 2014.

Pak Andoko dalam penyampaiannya mengkategorikan peran anak muda bisa dikategorikan sebagai kreator, peduli, pahlawan, cendekiawan, eksplorel, dan orang biasa.

KREATOR
Belakangan banyak anak muda yang memilih terjun ke dunia kreator. Mereka bisa berkontribusi dalam ekonomi kreatif yang jalurnya bisa ke kepenulisan, kuliner, animasi, kesenian, musik, film, fashion, dan lain-lain. Dalam perjalanannya Indonesia juga mendorong para kreator untuk membuka atau mengembangkan start-up.

PEDULI
Peduli di sini bisa sebagai relawan atau yang lainnya, semua bisa menjadi relawan dengan rasa kepedulian yang kita miliki. Seperti tidak menyebarkan berita hoax menjadi salah satu bentuk kepedulian kita.

PAHLAWAN
Banyak orang di sekitar kita yang disebut sebagai pahlawan, seperti tim SAR yang selalu siap memberikan seluruh tenaga dan waktunya untuk membantu dalam hal kemanusiaan. Atau para atlit kita yang berhasil mengharumkan nama Indonesia.

CENDEKIAWAN
Seperti orang-orang yang suka melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi. Hal ini akan menjadi penting karena pertumbuhan suatu negara juga dibutuhkan SDM yang mumpuni

EKSPLORER
Seperti para pecinta alam atau orang-orang yang suka traveling. Orang-orang inilah yang akan berperan sebagai orang yang memperkenalkan kekayaan dan keindahan Indonesia sehingga dapat meningkatkan sektor pariwisata di Indonesia.

ORANG BIASA
Seperti pekerja atau karyawan. Saat ini pemerintah telah berhasil menurunkan angka pengangguran hingga mencapai 5,13 persen. Pemerintah juga memberikan perhatian yang cukup besar terhadap para pekerja.

Yuk, turut berkontribusi untuk negeri tercinta ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *