Dia (nggak) Berubah

Melewati hari ini yang hampir habis, rasa-rasanya banyak hal yang nggak jalan sesuai ekspektasi. Syukuri saja, seenggaknya hari ini nggak ada alasan buat bermalas-malasan, bukan? Tetep bergerak dan nggak stuck di satu tempat atau di satu kerjaan saja.

Ngomongin gerak, aku nggak pernah tau seberapa cepat atau lambat pergerakan seseorang bisa berubah-ubah. Termasuk pergerakan dalam berpikir(?) Memang adakalanya aku sendiri membuat pikiranku menjadi begitu rumit. Hahaha. Disebabkan perubahan sikap dari seseorang, perubahan sikon di lingkungan sekitarku, atau hal lainnya yang aku belum siap menerimanya. Serba dadakan. Yah! Hidup emang penuh kejutan, sih.

Aku nggak bisa menebak, perubahan sikap atau sifat seseorang disebabkan oleh apa. Tapi, aku kira ketika seseorang berubah, aku hanya perlu menyadari dua hal, dia memang berubah atau pribadi aslinya memang demikian, aku hanya belum mengenal dia sepenuhnya.

Terkadang muncul rasa bingung, ketika orang-orang terdekat bersikap nggak biasa dihadapanku. Nggak perlu buru-buru bertanya, “dia kenapa berubah, ya?” Aku coba balikin ke diriku sendiri, “aku kenapa ya sampai sikap dia ke aku beda?” Hmmmm.

Jadi, kesimpulan pendekku adalah:

Dia nggak berubah, hanya saja aku belum benar-benar mengenal pribadinya. Jadi, kebiasaan dia yang nggak aku tau, mungkin keluar seketika itu, dan aku belum siap menerima sikapnya yang sebenarnya bukanlah hal besar.

Dia nggak berubah, bisa jadi pribadi aslinya memang demikian. Dia hanya menyembunyikan sebab menghargai keberadaanku. Mencoba mengimbangiku. Atau entahlah.

Dia memang berubah. Menurutku, perubahan sikap seseorang bisa dipengaruhi oleh sikap seseorang lainnya yang biasa bareng. Bisa jadi, perubahan sikap seseorang disebabkan oleh diriku sendiri. Aku nggak pernah tau memang, terkadang bercandaan bisa menjadi hal menyakitkan buat orang lain.

Yang bisa kulakuin yaa, intropeksi diri. Jangan-jangan sikap atau ucapanku ada yang nyinggung dia. Makanya sikapnya jadi beda. Ya gitu, ngomong perlu pake mikir. Konfirmasi ke yang bersangkutan, kenapa?

Semarang,
tidak berkabar sama sekali.
22:36

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *