Deja Vu yang Aneh

Semalem mimpi, tapi berasa udah pernah ngalamin. Mungkin bisa dibilang deja vu. Ruang yang nggak asing, orang-orang yang begitu akrab, dan satu obrolan yang menggelikan. Hmmm, lebih tepatnya jawaban atas pertanyaan yang sederhana banget, tapi ya gitu, jawaban yang menggelikan. Seenggaknya, bagiku.

Kelas Manajemen Pemasaran, yang ketika itu ibuk dosen tiba-tiba nanya, apa cita-cita kalian? Dan satu per satu mahasiswanya musti jawabin. Hmmm, jawaban yang sama, jawaban yang satu nada dan emang segaris dengan jurusan kuliahku, akuntansi. Kalo dirata-rata, temen-temenku itu pada pingin jadi akuntan, audit, konsultan pajak, analisis keuangan, dan lain-lain yang emang ada sangkutpautnya sama duit-duit gitulah.

Karena aku duduk di barisan paling belakang, pojokan pula, denger jawaban mereka yang seragam begitu, aku jadi mikir, apakah akan menjadi hal yang lucu ketika mereka denger cita-citaku? Dan benar saja, ketika giliranku tiba, dengan polos aja kujawab apa yang emang jadi kepengenanku, “jadi penulis, Buk,” seketika suara-suara gelak tawa seisi kelas masuk ke telingaku. Aku diem aja sambil mandangin ekspresi ibuk dosen yang kayaknya merasa khawatir sama masa depanku. wkwkkkkw

Terus, ketika suara-suara mereka mulai mereda, temen di sebelahku ngebisikin aku, aneh lu! Terus, ketika gelak tawa mereka bener-bener udah nggak kedengeran, gantian aku yang ketawa. Seisi kelas spontan aja noleh. Melihat seorang temannya sedang menertawakan diri sendiri. Menertawakan diri sendiri karena aneh, karena ditertawain oleh seisi kelas.

Iya juga, ya. Aneh.
Kuinget-inget lagi, di atas itu bukan mimpi. Iya, aku beneran pernah ngalamin itu. Dan terkadang suara gelak tawa mereka masih kedengeran jelas. Jadi lucu aja gitu kalo keinget. Terus, akhir tahun udah di depan mata dan satu karya pun belum kutulis lagi. Hmmmm, gitu kok cita-cita jadi penulis!

Smg, Sabtu pagi yang masih awang-awang.
08.01

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rasa TakutRasa Takut

Beberapa minggu ini gelisah enggan pergi. Mengusik energi positif dari dalam diri. Menjadi pesimis dan nggak percaya diri. Memang ya, meruntuhkan rasa takut terhadap sesuatu yang belum tentu terjadi itu,

CATATAN PENDEK