Lingkungan

Adopsi Hutan, Cara Agar Kelestarian Hutan Tetap Terjaga

Adopsi Hutan, Cara Agar Kelestarian Hutan Tetap Terjaga – Melihat keindahan alam bisa menjadi hiburan tersendiri bagiku. Biasanya ketika lagi jenuh dan butuh yang ‘ijo-ijo’, larinya bakalan ke alam. Cukup lihat pemandangan hutan dari kejauhan gitu, kadang sudah bisa merasa lega dan jadi fresh lagi.

Tanggal 7 Agustus kemarin baru saja diperingati Hari Hutan Indonesia. Yap! Adanya Hari Hutan Indonesia ini menjadi momen untuk refleksi diri kita, di mana rasa syukur seharusnya tetap selalu terjaga karena kita masih bisa melihat atau menikmati kemegahan, keindahan dan kekayaan dari manfaat hutan Indonesia. Seperti air yang jernih, udara yang bersih, tersedianya sumber pangan, juga fungsi hutan yang juga kita tahu sebagai penjaga iklim dunia.

Mengapa Indonesia ada peringatan Hari Hutan?
Hutan adalah sumber kehidupan, paru-paru dunia. Hutan Indonesia menduduki urutan ke tiga sebagai hutan terluas di dunia karena 70% (persen) paru-paru dunia itulah berada di Indonesia, tepatnya di Papua. Keren, yak! Peringatan Hari Hutan Indonesia dikhususkan satu hari dalam satu tahun, di mana semua penglihatan, pikiran dan usaha kita tertuju pada hutan hujan tropis Indonesia. Hari di mana kita berlomba memberikan kebaikan untuk hutan kita. Semua orang merayakan dengan berkontribusi menjaga kelestarian hutan. Sebab, dengan begitu kehidupan di hutan itu sendiri, seperti ragam flora dan fauna tetap aman sebagai penyeimbang alam. Salah satu yang bisa kita lakukan agar kelestarian hutan tetap berlangsung adalah dengan turut berkontribusi ikut menjaga hutan. Banyak cara untuk menjaga hutan, salah satunya dengan cara adopsi hutan.

Adopsi Hutan
Adopsi hutan atau adopsi pohon diartikan sebagai gerakan gotong royong untuk menjaga hutan yang masih ada. Mulai dari pohonnya yang tegak, fauna yang beraneka macam, beragam flora yang eksotis, serta keberagaman hayati lain di dalamnya. Melalui adopsi hutan, siapa saja, di mana pun berada bisa terhubung langsung dengan ekosistem hutan beserta para penjaganya.

Dengan mengadopsi hutan, itu berarti kita telah mengapresiasi kehidupan alam liar yang telah tumbuh sejak dulu, juga mengapresiasi kehidupan masyarakat di sekitar hutan yang telah menjaga dan memelihara ekosistem di dalamnya. Adopsi hutan atau pohon juga berarti kita ikut mengurangi potensi hilangnya pohon dan membantu menciptakan sumber penghidupan alternatif bagi masyarakat yang telah menjaga hutan sekitar.

Jadi, cara adopsi hutan ini kontribusi kita melalui tangan-tangan masyarakat setempat atau lembaga-lembaga pengelola hutan. Mengapa? Karena mereka yang lebih tahu dan paham bagaimana kondisi beserta isian dari hutan-hutan di sekitar mereka. Kita hanya berdonasi, memfasilitasi dan memberi modal untuk seluruh kegiatan adopsi hutan tersebut.

Selain adopsi hutan, untuk tetap menjaga kelestarian hutan, kita juga bisa gotong-royong dalam aksi-aksi lain. Seperti mengikuti kampanye jaga hutan. Misalnya, bergabung menjadi volunteer komunitas atau organisasi di Indonesia yang mendorong dan mendukung perlindungan hutan, menyebarkan petisi, dan lain-lain. Banyak komunitas atau organisasi yang membutuhkan kita untuk mensukseskan kampanye jaga hutan ini.

Ada juga Hutan itu Indonesia, gerakan terbuka yang terpercaya akan kekuatan pesan-pesan positif untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap hutan Indonesia yang sangat berpengaruh di kehidupan kita.

Semoga dengan cara adopsi hutan dan kesadaran masyarakat dalam bergotong-royong melestarikan hutan dapat terus konsisten dan terus berlangsung. Agar semua keindahan, kekayaan, kemegahan yang terkandung di dalamnya, termasuk akar kebudayaan, berfungsi dengan semestinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *